Eksterior Properti Bergaya Arabian

Rumah di Indonesia kebanyakan modelnya gitu-gitu saja menggunakan konsep dari Asia dan Eropa. Jika Anda merupakan orang yang ingin berbeda dari yang lainnya, kenapa tidak mencoba membuat eksterior rumah Anda dengan gaya Arab atau bisa dibilang Arabian Style? Desain ini bisa dibilang sangat menarik dan bisa dijadikan sebagai desain interior maupun eksterior rumah Anda.

Desain eksterior rumah bergaya Arabian pada umumnya menekan kemewahan. Dari masa ke masa, gaya rumah Arabian semakin berkembang dan meninggalkan kesan lama dari leluhur mereka. Dahulunya gaya eksterior terlihat sangat sederhana, hanya terdiri dari tumpukan batu dan terus berkembang hingga terlihat sangat modern di masa kini. Untuk sebagai contohnya, bisa dilihat gambar dari rumah bergaya arab dibawah ini.

rumah gaya arab 1

rumah gaya arab 2

rumah gaya arab 3

Pada tahun 2014, hanya 60 persen warna Arab Saudi yang memiliki rumah

Arab Saudi melakukan survey tentang kepemilikan rumah. Angka yang didapatkan pada tahun 2014 terbilang sangat merosot. Sebelumnya, penduduk yang memiliki rumah berada di angka 80 persen, namun kini kian merosot.

Kepemilikan properti di Arab Saudi hanya berada di angka 60 persen saja. Bahkan, untuk di Riyadh hanya berada di angka 53 persen. Ketidak pemilikan rumah paling tinggi berada di kawasan dengan pendapatan yang rendah sehingga semakin sulit untuk mengikuti pergerakan properti. Pergerakan properti tersebut mengakibatkan harga jual dan sewa properti semakin meningkat, sedangkan pendapatan mereka belum belum mampu untuk membeli rumah.

Pemerintah dituntut untuk serius dalam menangani masalah perumahan. Pasalnya, di prediksikan kebutuhan akan tempat tinggal akan semakin meningkat beberapa tahun kedepan, dengan kata lain pemerintah harus mempersiapkan rumah murah agar masyarakat bisa memiliki rumah.

Dua hal yang menyebabkan properti di Arab Saudi melemah

Meski bisa dibilang situasu dari dalam tidak menguntungkan, namun kondisi pasar properti di Arab Saudi masih terbilang cukup baik. Khususnya untuk kawasan Mekah, residential di Mekah mengalami peningkatan 23 persen sepanjang tahun 2014 hingga 2015.

Harga minyak dunia semakin anjlok sejak enam tahu terakhir, hal tersebut menjadi faktor pertama yang mengakibatkan properti di Arab saudi semakin melemah. Faktor lainnya adalah, penyakit paru-paru yang diderita oleh Raja Abdullah bin Adbulaziz Al-Saud.

Pertumbuhan properti di kawasan Madinah terbilang kurang baik dibandingkan dengan Mekah karena 80% proyek pembangunannya mengalami keterlambatan.

Namun, di prediksikan kalau pertumbuhan sektor properti di Mekah masih akan terus berlanjut, contohnya saja saat ini sedang dilakukan proses pembangunan untuk memperluas Masjidil Haram yang direncanakan akan selesai pada tahun 2020 mendatang. TapiĀ  belum diketahui juga, apakah pertumbuhan di sektor properti Arab Saudi nanti akan berdampak lebih buruk lagi. Pasalnya, mereka yang belum memiliki rumah pasti akan merasa lebih keberatan lagi untuk membeli rumah karena harganya yang semakin tinggi.